Produksi Batu Bara & Penjualan Alat Berat UNTR Turun Terkendala RKAB

Admin Ugems
一分钟阅读 - Wed Sep 23 07:00:00 GMT 2026

Jakarta -

PT United Tractors Tbk (UNTR) mengakui produksi batu bara terdampak karena persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) belum sepenuhnya diperoleh. Hingga kini, perseroan baru mengantongi persetujuan sekitar 50% dari total kapasitas produksi yang dimiliki.Direktur United Tractors, Vilihati Surya menyebut total kapasitas produksi batu bara perseroan mencapai 15 juta ton. Namun RKAB yang disetujui pemerintah hanya sebesar 7,4 juta ton."Kalau kita lihat memang sampai dengan first half kita RKAB-nya turun 50%, kita itu sebenarnya punya kapasitas bisa produksi sampai dengan 15 juta ton. Tapi pada pertengahan Juni kemarin, yang baru di-approve RKAB-nya itu baru 7,4 juta," ungkap Vilihati dalam acara Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).
Penurunan RKAB ini berdampak pada penjualan batu bara UNTR sebesar 22% sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, yakni menjadi 6.723 ton. Meski begitu, Vilihati mengatakan UNTR telah memperoleh persetujuan RKAB untuk produksi batu bara sebesar 12,4 juta ton."Di Agustus ini kita sudah mendapatkan kenaikan RKAB ke 12,4 juta," jelasnya.Vilihati mengatakan, kebijakan RKAB juga berdampak pada penjualan alat berat Komatsu milik perseroan. Sepanjang delapan bulan di 2026, penjualan alat berat turun sebesar 21% menjadi 2.689 unit dari 3.408.Lebih rinci, penurunan terjadi pada penjualan segmen penjualan big machine yang memiliki kontribusi besar terhadap penjualan alat berat. Sepanjang 8 bulan 2026, penjualan segmen big machine UNTR menurun menjadi 436 unit dari 860 unit di periode yang sama tahun sebelumnya."Unfortunately di tahun ini memang karena impact dari RKAB, mungkin teman-teman semua tahu ya, impact dari RKAB, in directly customer-customer-nya di big machine sales, yang terutama di coal mining itu ngerem dulu untuk pembeliannya alat berat," jelasnya.Di sisi lain, UNTR juga mengalami hambatan produksi mengingat wilayah kerja perseroan di Kalimantan Tengah menghadapi El Nino. Vilihati memperkirakan, penjualan batubara perseroan baru akan optimal pada periode November-Desember."Tantangannya ini sekarang itu lagi El Nino, lagi dry season di area Kalimantan Tengah. Jadi kita produksi dan nanti kita jualannya mungkin di Q4 November-Desember, lebih maximize," pungkasnya.
(ahi/ara)



Source https://finance.detik.com

页面评论