HSEC - Buletin Volume 29 Edisi Maret 2026

Published on 
7/21/26 6:31 AM
By 
Kinanto Werdana

Apa kabar rekan-rekan pejuang tambang? Buletin MENTARI hadir kembali di tengah-tengah kita dan untuk kali ini Volume 29 merupakan edisi khusus perayaan Bulan K3 Nasional tahun 2026. Dalam edisi ini kita memberikan apresiasi bagi rekan-rekan yang sudah menuangkan buah pikirannya dalam Lomba Artikel Keselamatan yang diadakan oleh HSE Corporate GEMS untuk memeriahkan Bulan K3 Nasional 2026 yang lalu.

Melalui sepuluh artikel di edisi ini, kami ingin mengajak kita semua melihat keselamatan kerja dari sudut pandang yang berbeda. Dimulai dari peran Mining Academy sebagai Arsitek Keselamatan. Di sini, kita belajar bahwa menjadi ahli tambang bukan cuma soal jago mengoperasikan alat, tapi soal bagaimana merancang " pondasi" mental yang kuat agar selalu waspada di medan kerja yang penuh tantangan. Namun, kita juga harus jujur pada diri sendiri; jangan sampai kita terjebak dalam Ilusi Budaya Keselamatan. Merasa sudah aman hanya karena angka kecelakaan nol, atau mulai kendor kepedulian dan kedisplinan dalam mengikuti prosedur padahal mungkin ada bahaya yang sedang mengintip karena kita kurang teliti.

Bicara soal teknis, kami menyajikan inovasi Pengendalian Debu di Stockpile dengan cairan khusus (Dust Suppressant). Ini adalah bukti bahwa manajemen peduli pada kesehatan dan keselamatan setiap pekerja di area kerja ROM Alam Barajo. Begitu juga dengan artikel Membangun Fondasi di CK-KIM serta strategi Mitigasi Risiko Longsor yang menggunakan teknologi Extensometer. Intinya satu: kita menggunakan teknologi paling akurat dan tepat sasaran demi memastikan setiap rekan yang berangkat ke area pit dan disposal bisa pulang ke rumah dengan selamat.

Edisi ini juga menyentuh sisi kemanusiaan kita. Budaya keselamatan bukan lagi soal "takut dihukum atasan " , tapi harus bergeser Dari Kepatuhan Menuju Kesadaran. Prinsipnya sederhana: Dari Kita, Untuk Kita, dan Oleh Kita. Hal ini diperkuat dengan pengalaman dari PT Manggala Alam Lestari yang memantau perilaku pekerja dan kondisi alat dan sarana secara rutin. Kita ingin menciptakan lingkungan di mana setiap orang saling menjaga, bukan saling menyalahkan.

Di sisi lain, kami mengulas bagaimana Digitalisasi membuat komunikasi antar tim menjadi lebih cepat dan akurat. Namun, secanggih apa pun alat kita, " mesin " paling berharga dan tidak ada gantinya adalah tubuh kita sendiri. Itulah mengapa kami menyajikan tulisan Waspada Penyakit Jantung sebagai bentuk kewaspadaan dan kepedulian kita pada keselamatan dan kesejahteraan diri sendiri. Ingatlah, menjaga kesehatan jiwa dan raga adalah bentuk investasi K3 yang paling nyata bagi masa depan keluarga kita.

Akhir kata, jadikanlah buletin ini sebagai teman diskusi saat P5M atau waktu istirahat. Mari kita serap ilmu dari setiap artikelnya dan kita terapkan di lapangan. Selamat membaca, tetap waspada, dan mari kita jadikan keselamatan sebagai kebanggaan kita bersama.